Rumus Sedekah Matematika
Sebelum pelaksanaan shalat jum’at, biasanya ada
sebuah kotak yang berjalan di depan para jama’ah, yah, itulah kotak amal
berjalan. Sejauh pengalaman saya, ada dua bentuk kotak amal berjalan ini,
pertama yang tidak punya kaki, dan yang kedua yang mempunyai kaki, tentunya
bukan kaki seperti manusia, tapi kaki berbentuk roda, ini mungkin adalah
inovasi dari pengurus DKM, agar tidak menyusahkan jama’ah karena cukup didorong
tidak perlu diangkat seperti kotak amal yang tidak punya kaki atau roda.
Adanya kotak amal berjalan baik yang mempunyai roda
atau tidak, merupakan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, logikanya dia
adalah sebuah benda mati, maka tidak mungkin berjalan seperti benda hidup, tapi
kenyataannya ia bisa melakukannya meskipun perlu bantuan manusia untuk mendorongnya.
Kemudian pertanyaannya adalah “kenapa kotak amal harus berjalan menghampiri
orang yang menginfak ?”
Jawabannya adalah karena sebelum adanya kotak amal
berjalan, tidak banyak orang yang menginfakan hartanya dengan menghampiri kotak
amal dan memasukan uang ke dalamnya, maka dengan terpaksa si kotak amal harus
berjalan menghampiri manusia, dan kalau bisa bicara, mungkin si kotak amal akan
berkata dan memohon “pak sedekahnya, pak, buat beli sapu lap pel, sabun pel,
untuk merawat masjid, ini pak” ini menjadi terkesan seperti meminta-minta atau
mengemis.
Miris, miris sekali, seharusnya orang islam sadar
bahwa dia sedang menggunakan fasilitas masjid yang membutuhkan biaya untuk
merawatnya, buang air kecil di wc umum saja harus bayar 2000, kalau di wc umum
harus dipaksa bayar karena memang itu fasilitas umum, bisa untuk orang islam,
hindu, budha, kristen bahkan yang tidak beragama sekalipun (atheis), tapi kalau
di mesjid tidak harus dipaksa, karena memang sudah seharusnya kita orang islam
membayarnya dengan sukarela melalui kotak amal itu, karena kita tahu dalilnya ada dalam alqur’an yaitu surat
al-baqarah ayat 254 dan 267
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ
ٱلرَّحِيمِ ١
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن
قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا بَيۡعٞ فِيهِ وَلَا خُلَّةٞ وَلَا شَفَٰعَةٞۗ وَٱلۡكَٰفِرُونَ
هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢٥٤
254. Hai
orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan
Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi
syafa´at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim (albaqarah)
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ
ٱلرَّحِيمِ ١
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا
كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ
مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بَِٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ
أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ ٢٦٧
267. Hai orang-orang yang beriman,
nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari
hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari
bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu
menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan
dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji (albaqarah)
Dalam kedua ayat ini terdapat
kata nafkahkanlah dan belanjakanlah
(di jalan Allah), yang mempunyai imbuhan –lah, ini menunjukan kata tersebut adalah kata perintah, dalam bahasa arab disebut
fi’il amar yang mana dalam kaidah fiqih :
“Asal dalam perintah menunjukan arti wajib”
Jadi perintah berinfaq ini
bisa dihukumi wajib.
Selain memberikan perintah,
Allah juga menawarkan balasan bagi orang yang melaksanakan perintahnya yaitu :
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ
ٱلرَّحِيمِ ١
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ
فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا
مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ١٦٠
160.
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat
amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi
pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun
tidak dianiaya (dirugikan) (al-an’aam)
Meskipun dalam ayat ini tidak disebutkan tentang
berinfak, tapi ayat ini menyebutkan yang lebih umum yaitu berbuat baik. Dan
karena berinfak adalah suatu perbuatan baik, maka berinfak bisa dikaitkan
dengan ayat ini, artinya jika seseorang berinfak maka akan diganti 10 kali
lipat,
Percaya atau tidak, sobat harus percaya, karena ini
firman Allah SWT, dan alhamdulilllah saya sudah merasakannya berkali-kali,
Ketika sholat jum’at, saya miris sekali melihat
jamaah yang hanya menggeser kotak amal berjalan tanpa memasukan uang
kedalamnya, dari satu saf dengan panjang sekitar 20 orang, hanya 2 orang saja yang berinfak, itu pun uang receh yang ia
infakan,
Jika sobat ingin merasakan apa yang saya rasakan,
ikutilah dengan syarat ikhlas, caranya yaitu ketika mengambil uang di dompet,
jangan dilihat dulu uangnya, ambil secara acak, setelah diambil baru lihat dan masukan ke kotak amal, kemudian
masukan ke dalam rumus sederhana berikut :
X-Y=(X-Y)+10Y
Dimana
X-Y= sodaqoh
X = uang anda
Y = uang yang disodaqohkan
Contoh penerapan
Anda mempunyai uang 100.000 kemudian, anda
sodaqohkan 10.000, maka total uang anda akan menjadi
X-Y=(X-Y)+10Y
X-Y=(100.000-10.000)+(10x10.000)
X-Y=(90.000)+(100.000)
X-Y= 190.000
Coba hitung berapakah uang
anda jika menggunakan rumus berikutnya :
X-Y=(X-Y)+700Y
Rumus ini berdasarkan surat albaqarah ayat 261
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ
ٱلرَّحِيمِ ١
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ
سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن
يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٢٦١
261.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya
di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir,
pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui
Oke sobat, semoga artikel ini bisa menggugah anda
untuk berinfaq/sodaqoh, bagi yang belum melaksanakannya, bagi yang sudah,
semoga diberi keistiqomahan, amiiiin,
Please subscribe, like, share, and comment
Comments
Post a Comment