Adab buang air kecil
1. Membaca do’a hendak masuk wc yaitu :
اللَّهُمَّ إنِّى أعُوذُبِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائث
2. Masuklah ke wc dengan kaki kiri terlebih dahulu
3. Jongkoklah di tempat yang semestinya, dengan mengangkat tumit kaki kiri yang digunakan sebagai tempat duduk
4. Tidak boleh menghadap kiblat, matahari, bulan, dan arah datangnya angin
5. Tidak boleh berbicara
6. Kencinglah sampai puas
7. Berdehemlah agar tidak ada sisa2 air kencing
8. Istinja lah dengan air tiga kali menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanan yang mengalirkan airnya tentunya dengan gayung
9. Setelah selesai jangan lupa pakai lagi celana anda, hehe
10. Keluarlah dari wc dengan kaki kanan terlebih dahulu
Rasulullah saw pernah bersabda : “janganlah kamu buang air kecil sambil berdiri” ternyata ada hikmah dan nilai kesehatan di balik itu semua, berikut adalah pemaparan yang saya kutip :
Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.
Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.
Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.
Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.
"Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing" (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: "Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya". Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: "Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering". (Shahih Muslim No.439)
Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.
Sehingga Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: "Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing".
Maka ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) tersebut di atas agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menggugah kesadaran bagi kita yang masih kencing berdiri, dan semoga ini bisa menjadi cambuk bagi arsitektur masjid yang membuat fasilitas kencing berdiri, banyak sekali masjid2 yang pernah saya singgahi yang memberi fasilitas kencing berdiri, padahal itu dilarang oleh rasulullah saw.
Thank’s for reading, please comment and share
Sumber: http://www.pulsk.com/280494/Inilah-Sebabnya-Nabi-Muhammad-SAW-Melarang-Kencing-Berdiri.html

Comments
Post a Comment