Isra’ mi’raj dari sudut pandang morfologi bahasa
Perjalanan
isra dan mi’raj Rasulullah SAW merupakan peristiwa yang menghebohkan bagi umat
manusia, baik di zamannya maupun di zaman modern ini, tidak henti-hentinya
peristiwa ini diperbincangkan oleh banyak orang.
Isra merupakan peristiwa
perjalanan Nabi Muhammad dari
Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj
merupakan peristiwa perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan
dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah
Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.[1]
Peristiwa ini
merupakan ujian bagi orang yang sudah masuk Islam pada waktu itu, mereka
dituntut untuk mempercayai hal yang tidak masuk di akal, yaitu perjalanan dari
masjidil haram ke masjidil aqsha hanya ditempuh kurang dari semalam, yang
biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan. Allah SWT berfirman :
بِسۡمِ
ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ
أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا
ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ
ٱلۡبَصِيرُ ١
Artinya Maha Suci
Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al
Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar
Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia
adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS.Al-Isra : 1)
Saya akan mengajak
anda untuk memahami peristiwa ini dari sudut pandang morfologi bahasa atau
dalam bahasa arab disebut ilmu shorof, kita bandingkan definisi isra yang saya
kutip dengan penjelasan dalam al-qur’an,
Kita akan menemukan
kata “perjalanan” dari definisi tadi,
dan kata “memperjalankan“
pada penjelasan alquran. Meskipun terlihat
sama namun ini jelas sangat berbeda kata yang pertama menggunakan imbuhan
per-an, mengandung makna kata kerja intransitif, sementara kata yang kedua
mengandung imbuhan memper-kan termasuk kata kerja transitif. Melakukan perjalanan berarti rasulullah melakukannya sendiri
tanpa bantuan siapa pun, secara logika ini tidak mungkin. Tapi kalau Allah memperjalankan, artinya rasulullah diperjalankan oleh
allah, maka ini sesuatu yang mungkin bagi allah, karena Allah berkehendak dan
berkuasa atas segala sesuatu meskipun itu tidak masuk di akal manusia.
Dalam ayat ini menggunakan kata أَسۡرَىٰ megikuti wazan أَفْعَلَ mengandung makna
transitif, tidak menggunakan kata سَرَى mengikuti
wazan فَعَلَ mengandung makna intransitif.
Jadi seharusnya kita mengatakan Isra merupakan peristiwa diperjalankannya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram
di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj merupakan peristiwa diperjalankannya Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh
dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah
Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam
Jadi sobat, kita harus jeli dan
hati-hati dalam memaknai dan memahami ayat alquran, semoga artikel ini bisa
menambah keilmuan kita dan menambah keimanan kita kepada Allah SWT.
Thank’s for reading, please comment, like, and share
[1] https://www.merdeka.com/peristiwa/isra-miraj-perjalanan-semalam-nabi-muhammad-saw-tembus-7-langit.html
Comments
Post a Comment