lailatul Qadar


Assalamu ‘alaikum sobat, kaifa haalukum ? semoga kita sehat selalu dan berada dalam lindungan Allah SWT, aamiiin. Tidak terasa kita sudah melewati setengah bulan ramadhan itu artinya tidak lama lagi kita akan menuju hari yang kita tunggu tunggu yaitu lebaran. Di antara kalian mungkin sudah mengetahui tentang hari spesial di bulan ramadhan, ya, lailatul qadar, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang malam spesial tersebut, check this out
Definisi Lailatul Qadar 
Lailatul Qadar (Arab: لیلة القدر) adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Ayat al-Qur’an yang pertama dipercayai diturunkan pada malam ini. Malam ini disebut di dalam al-Qur’an dalam surah Al-Qadr, dan diceritakan lebih baik daripada seribu bulan.
Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa hadis, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Malah ada sebahagian ulama yang menganggap ia berlaku pada malam genap seperti malam 24 Ramadan. Walau bagaimanapun, antara hikmah malam ini dirahsiakan agar umat Islam rajin beribadat di sepanjang malam khususnya di sepuluh malam yang terakhir. Sebahagian Muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri agar berjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sambil beribadah sepanjang malam.[1]
Prediksi Lailatul Qadar
Dalam kitab I’anatut tholibin, jilid II, cetakan Thoha putra semarang, halaman 257, baris ke enam dari bawah disebutkan:
Al-ghozaly dan lainnya berkata: “sungguh malam lailatul Qadar bisa diketahui dengan hari puasa awal bulan itu, apabila awal puasa hari:
-Ahad atau Rabu, maka lailatul qodar pada malam ke 29.
-atau hari Senin, maka malam ke 21.
-atau hari Selasa atau Jumat, maka malam ke 27.
-atau hari Kamis, maka malam ke 25.
-atau hari Sabtu, maka malam ke 23”.[2]
Berkata syeikhul islam ibn taimiyyah: Apabila bertepatannya antara malam jumat dg salah satu malam ganjil disepuluh terakhir ramadhan maka kemungkinan lailatur qadar.[3]
Hal tersebur sependapat dengan Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah yang dinukil dari Ibnu Hubairah. Beliau mengatakan seraya menukil dari Ibnu Hubairah rahimahullah, “Kalau malam ganjil di sepuluh malam akhir (Ramadan) terjadi pada malam Jum’at, maka ia lebih kuat (bertepatan dengan lailatul qadar) dibandingkan dengan lainnya. “ (Latha’iful Ma’arif karangan Ibnu Rajab, hal. 203).
Mungkin pendapat ini didasari bahwa malam Jum’at adalah malam terbaik dalam seminggu, kalau terjadi pada sepuluh malam akhir ganjil di bulan ramadan, maka ia lebih mendekati lailatul qadar. Kami tidak menemukan dalam hadits nabawi atau perkataan para shahabat yang menguatkan pendapat ini. Hadits yang menunjukkan bahwa lailatul qadar itu berpindah-pindah pada malam sepuluh akhir dan malam ganjil itu yang yang lebih mendekati lailatul qadar. Dan malam yang paling mendekati adalah malam keduapuluh tujuh. Tanpa memastikan ia termasuk lailatul qadar.
Selayaknya seorang muslim menjaga untuk bersemangat pada sepuluh akhir semuanya mencontoh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam.
Syekh Sulaiman AL-Majid hafizahullah mengatakan, “Kami tidak mengetahui dalil dalam syariat bahwa kalau malam jumat bertepatan malam ganjil itu lailatul qadar. Dengan demikian, tidak boleh memastikan dan tidak boleh meyakini akan keshahihannya. Yang dianjurkan adalah bersemangat pada sepuluh malam semuanya. Siapa yang melakukan hal itu, maka dia akan mendapatkan lailatul qadar dengan keyakinan. Wallahu a’lam.”[4]
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Di Antara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah :
1. Abi Ibnu Ka’ab telah meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya : Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). – Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa –
2. Telah diriwayatkan daripada Nabi S.A.W bahawa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. – Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid daripada Ibadah bin As-Somit –
3. Dalam Mu’jam At-Tobarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa’ daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).
4. Telah meriwayat Al-Barraz dalam musnadnya daripada Ibn Abbas bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul Qadar bersih tidak panas dan tidak pula sejuk.
Qadhi ‘Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya iaitu:
1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahawa kerana terlalu banyak para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh  mereka yang halus  menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.
Daripada hadis-hadis di atas bolehlah kita buat kesimpulan bahawa antara tanda-tanda lailatul qadar ialah :
a. Pada malamnya keadaan bersih dengan cuaca tidak sejuk dan tidak pula panas.
b. Malamnya tenang yang mana terang dan angin tidak bertiup sebagaimana biasa dan awan agak nipis.
c. Malamnya tidak turun hujan dan bintang pula tidak bercahaya seolah-olah tidak timbul.
d. Pada siangnya pula matahari terbit dalam keadaan suram.
Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar
Ada pula yang menyebutkan cirri-ciri lain dari orang yang tengah mendapatkan lailatul qadar itu adalah:
1.Orang yang mendapatkan lailatul qadar akan melihat semua dengan terang dikegelapan malam. Hal ini tidak semua hamba bisa melakukan hal serupa jika bukan yang dipilihNya. Kebanyakan manusia tidak akan bisa melihat dengan jelas apalagi terang saat digelapnya malam. Dan atas kuasaNya seorang hamba pilihanNya pada malam itu seolah tak melihat kegelapan malam, karena semuanya serba terang.
2.Ia seolah dapat melihat seluruh benda dan makhluk di bumi bersujud kepada Allah
Tanpa kita sadari sebenarnya semesta ini bersujud dan bertasbih kepada Allah, namun manusia tak bisa begitu saja bisa melihatnya secara kasat mata. Dan orang yang beruntung mendapatkan anugrah lailatul qadar ini akan bisa melihat semesta alam dan seluruh isi yang ada didalamnya bersujud pada Allah!
3.Bisa mendengar suara malaikat dan semua tutur katanya.
Rasulullah saat didatangi peristiwa luarbiasa dalam sujud saat mengimami shalat malam dengan para sahabatnya, beliau memang sujud begitu lama, padahal hujan datang mengguyur dengan lebatnya di masjid yang tak beratap sempurna. Seluruh tubuhnya basah, namun sama sekali tak mau beranjak, sampai para sahabat banyak yang menggigil, ternyata beliau didatangi malaikat yang bersesakan turun ke bumi dengan dengungan tasbih tak henti-hentinya. Suara malaikat yang begitu indah, diantara kedamaian yang luarbiasa dalam terang benderang!
4.Terkabul semua doa-doanya. Kala lailatul qadar datang pada seorang hamba, maka doa-doa yang terpanjat, seberapa banyaknya akan dikabulkan oleh Allah.
5.Bahkan ada yang mengatakan orang itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa yang berupa  fisik, namun bisa merasakan kedamaian, kekhusukan yang luar biasa. Memang perasaan kedamaian yang luarbiasa yang hampir tak pernah dirasakan sebelumnya, adalah hal yang paling sering dijumpai hamba yang mendapatkan lailatul qadar.
6.Karena sudah mengalami peristiwa spiritual yang luar biasa, maka akan tambah kuatlah imannya, perilaku sehari-hari akan lebih baik tentunya seperti senang sedekah, jauhi ghibah dan hal-hal yang tidak manfaat, lebih mampu mengendalikan diri dan lebih toleran pada oranglain, tak peduli golongan, suku bahkan agamanya.
Untuk poin terakhir ini perlu mendapat perhatian, karena sejujurnya sampai saat inipun orang-orang yang mengaku fanatic pada Islam namun pada kenyataannya ia sebenarnya malah kerdil dalam mengaktualisasikan Islam sebagai rahmatalil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari.  Jangankan dengan agama lainnya, dengan umat yang sama-sama beragama Islampun namun berbeda golongan atau mazhab juga cara pandang terkadang susah bisa sejalan seirama, bahkan cenderung menjadi pembenci dan suka menghujat.
Padahal jika dirunut Rasulullah adalah umat yang paling toleran pada umat lain dizamannya, baik Yahudi, Majusi dan Nasrani. Rasulullah menghargai dan menghormati dan tidak menganggu mereka secara fisik dan psikis selama mereka tidak menganggu Islam. Sikap bijaksana ini memang patut menjadi panutan. Meraih lailatul qadar bukan perkara mudah jika manusia masih juga bersifat sombong dan mengira paling benar sendiri dan bersifat kerdil hati. “harga” untuk malam seribu bulan tidaklah “murah”, perlu perjuangan akhlak yang diperbaharui tanpa henti. Namun sejatinya Ia juga bukan “mahal”, bagi hambanya yang memang benar-benar terpilih tanpa memandang ras, golongan, usia juga status social, dan berperilaku seperti yang  dituturkan oleh Ustadz Ahmad Zaky diatas.  Walahu’alam bi Showab.
-Candra Nila Murti Dewojati, Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar, Penerbit Qibla, 2014
Doa khusus pada Lailatulqadar
اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّا 2X
اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّا يَا كَرِيْمُ 1X






[1] http://cahayapurnama.com/fadhilat-malam-lailatul-qadar-kelebihan-dan-tanda-tandanya/
[2] http://www.viaberita.com/6585/berikut-prediksi-kapan-malam-lailatul-qadar-tahun-ini/
[3] https://konsultasisyariah.com/23118-malam-ganjil-di-malam-jumat-lailatul-qadar.html
[4] https://islamqa.info/id/222685

Comments

Popular posts from this blog

change the world