Dialog antara langit dan bumi menjadi latar belakang terjadinya isra’ mi’raj
Hari ini tanggal 24 april 2017 bertepatan dengan tanggal 27 rajab 1438 H
dimana pada hari ini terjadi sebuah peristiwa diperjalankannya Nabi besar
Muhammad SAW dari masjidil haram ke masjidil aqsa sampai naik ke sidratul
muntaha. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa
tersebut salah satunya dialog antara dua makhluk Allah yaitu langit dan bumi,
kedua makhluk ini bisa dikatakan makhluk yang terbesar di antara makhluk lain,
maka dari itu kedua makhluk ini diberi sedikit sifat sombong, dan terjadilah
dialog antara keduanya yang menyombongkan diri mereka sendiri dan menganggap
mereka lebih mulia dari yang lainnya.
Langit : “wahai bumi,
saya ini lebih mulia daripada kamu”
Bumi : “loh, kok bisa ?????
Langit : “karena saya punya banyak keindahan dari pada kamu, saya punya
bulan dan bintang”
Kemudian Bumi menjawab tidak mau kalah
Bumi : “ntar dulu wahai langit, emangnya kamu doang yang punya keindahan,
saya juga punya, saya punya gunung, saya punya sungai, dan pemandangan indah
lainnya, saya juga lebih mulia dong daripada kamu”
Langit merasa geram, kemudian menyombongkan hal yang lainnya lagi
Langit : “saya punya ‘baitul makmur’ dimana jutaan malaikat tawaf beribadah
kepada Allah”
Bumi menjawab lagi dengan tenang
Bumi : “saya juga punya tempat seperti itu, malahan namanya lebih mulia,
yaitu ‘baitulllah’ dimana yang datang ke sana disebut tamunya Allah, dan dibuat
oleh nabiullah Ibrahim, tentusaja saya lebih mulia daripada kamu”
Langit semakin geram, sekarang dia tersudut, dan di skak mat dengan
perkataan terakhir bumi
Bumi : “satu lagi wahai langit, makhluk yang paling mulia tinggal padaku
yaitu nabi Muhammad SAW, hayo mau apa lagi sekarang”
Langit tak mampu berkata2 lagi, akhirnya mengaku kalah dari bumi, kemudian
ia meminta kepada Allah SWT agar didatangkan Nabi Muhammad SAW kepadanya, setelah
itu terjadilah peristiwa isra mi’raj beliau
Sumber : ceramah KH. Zaenal Muttaqin di Majlis Ta’lim Al Barkah pada acara
peringatan isra’ mi’raj di maleber karangtengah Cianjur
Comments
Post a Comment